Jika orangtua pendidik
dapat menghargai pribadi
setiap anak (keunikan, bakat,
dan minatnya) dan memberi
kesempatan sepenuhnya
kepada anak untuk bersibuk
diri secara kreatif disertai
perhatian yang sungguh-
sungguh dari pendidik, maka
produk kreativitas yang
konstruktif dan bermakna pasti
akan muncul. Berikut strategi "4
P" untuk mengembangkan
kreativitas anak :
1. Pribadi
. Orang tua
harus paham, tiap
anak memiliki pribadi yang
berbeda. Tiap anak adalah unik.
Karena itu kreativitas juga
merupakan sesuatu yang unik.
Jadi orang tua harus
menghargai keunikan dalam
kreativitas anak, dan jangan
mengharapkan hal-hal yang
sama dari pribadi-pribadi yang
berbeda. Yang patut dipahami
orangtua adalah pribadi
masing-masing anak, jika
terdapat perbedaan, akui dan
hargailah. Terutama hargai
kelebihannya, kembangkan dan
wujudkan bakat anak-anak.
Jangan sampai membanding-
bandingkan sang anak.
Sadarilah setiap anak punya
minat, bakat, kelebihan, serta
keterbatasan masing-masing.
2. Pendorong
. Beri
dukungan dan motivasi,
karena dari sinilah akan timbul
motivasi intrinsik dari dalam
diri anak. Ia akan dengan
sendirinya berkreasi tanpa
perasaan dipaksa, diarahkan,
atau dituntut untuk ini-itu. Beri
ia sarana dan fasilitas. Misalnya,
beri mainan yang bisa
mengembangkan
kreativitasnya.
Benda di sekitar
rumah bisa dimanfaatkan,
peralatan rumah tangga bekas
pakai misalnya, biarkan anak
melakukan aktivitas kreatifnya,
berimajinasi sendiri. Permainan
kreatif lainnya ialah bermain
drama, berikan suatu topik dan
biarkan anak Anda berpikir, apa
yang akan ia peragakan,
bermain kata-kata misalnya,
membuat puisi dan menyusun
kalimat sebanyak mungkin,
juga bisa dijadikan pilihan,
karena akan mengasah
keterampilannya dalam
berbahasa.
3. Proses
. Jika
sarana dan prasarana
sudah tersedia, dorongan
sudah ada, anak pun akan
berkreasi. Proses inilah yang
penting untuk anak usia balita.
Ia akan merasa mampu dan
senang bersibuk diri secara
kreatif. Entah dengan melukis,
menyusun balok-balok menjadi
sebuah menara, merangkai
bunga-bungaan menjadi kalung
dan
sebagainya. Hargailah
kreasinya tanpa perlu
berlebihan. Tak perlu pula
memberi komentar negatif,
karena hanya akan
menyurutkan semangat anak.
4. Produk
. Setelah
ketiga faktor diatas
dipenuhi, anak pun akan
menghasilkan produk kreatif.
Entah berupa karya gambar,
lukisan, bentukan tanah liat
atau lilin, dan sebagainya.
Walaupun hasilnya tak
memuaskan, tak perlu
dirisaukan, tetap hargai produk
kreatif anak. Selanjutnya karya
si kecil bisa kita pajang. Beri
bingkai pada lukisannya, lalu
gantung di dinding. Ia pun akan
merasa
bangga karena
karyanya dihargai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar