Senin, 04 Juli 2011

Manfaat Spa Untuk Sikecil

Perawatan bayi untuk si
kecil kira-kira apa saja ya? Anda
pernah melakukan ritual spa?
Bila memang pernah, tentu
Anda telah merasakan
nikmatnya melakukan spa
tersebut. Selain tubuh Anda
akan terasa lebih ringan, segala
kepenatan pikiran pun akan
hilang bukan? Namun ternyata,
spa tidak hanya dibutuhkan
oleh orang-orang dewasa
karena bayi pun
membutuhkannya untuk
kesehatan dan tumbuh
kembangnya. Selain itu, dengan
melakukan
spa seorang bayi
juga akan memiliki kekebalan
tubuh yang baik, terhindar dari
masalah pencernaan serta
kualitas tidurnya akan
meningkat.
Tahapan spa untuk bayi tak
jauh berbeda dengan spa untuk
orang dewasa, namun
semuanya diberikan dengan
porsi dan fungsi yang
disesuaikan dengan kebutuhan
sang bayi. Spa untuk bayi juga
penting untuk mendeteksi
kelainan tubuh sejak dini
karena bayi belum bisa
mengadu pada orangtuanya
bila badannya merasa sakit
atau keseleo. Dengan
melakukan spa, tubuh sang
bayi akan "diperbaiki" sekaligus
merasakan relaksasi yang
nyaman serta baik untuk
perkembangan jiwanya.
Umumnya, spa untuk bayi
terdiri dari berenang,
berendam, serta pijat
(massage).
Saat berenang, seorang bayi
akan terlatih gerakan
motoriknya karena kaki dan
tubuhnya akan bergerak-gerak,
selain juga akan mencegah
gangguan pernafasan.
Sementara saat berendam, bayi
akan melakukan relaksasi
karena umumnya anak-anak
saat ini memiliki tingkat stres
yang lebih tinggi. Yang perlu
diingat, saat bayi Anda
berenang maupun berendam,
air yang digunakan tidak boleh
terlalu panas karena dapat
membuat pembuluh darah
perifer melebar yang akan
mengurangi aliran darah ke
jantung.
Sedangkan pijat pada bayi
selain memberikan manfaat
relaksasi, juga akan membantu
memperbaiki pencernaan serta
memperlancar sirkulasi darah
sang bayi. Umumnya bayi
sering mengalami masalah
pencernaan saat menyusui.
Dengan pijat ini, masalah
pencernaan yang disebut kolik
atau kembung ini akan teratasi
karena usus akan bekerja
dengan baik saat mencerna ASI.
Sebuah penelitian yang
dilakukan oleh Touch Research
Institute di University of Miami
School of Medicine, Amerika
Serikat, mengungkapkan
bahwa berat badan bayi yang
terlahir prematur akan naik
sebesar 47% setelah dipijat
sebanyak 3 kali sehari dengan
durasi masing-masing 15
menit, yang dilakukan selama
10 hari. Hal tersebut
disebabkan karena stimulasi
pijat akan merangsang syaraf
vagus otak yang melepas
sekresi hormon penyerap
makanan, termasuk juga
insulin. Selain itu pijatan juga
diketahui akan melepas zat
yang mirip dengan serotonin,
yaitu neurotransmitter yang
dapat mengatasi rasa sakit
serta menurunkan hormon
stres.
Meski begitu, pijat yang
sama pentingnya dengan
asupan vitamin dan mineral
bagi bayi ini harus dilakukan
dengan teknik yang benar
sesuai dengan fase
pertumbuhan sang anak. Hal
tersebut dikarenakan oleh fisik
bayi yang masih rapuh dan
memiliki sensitivitas berlainan.
Teknik pemijatan yang
dilakukan juga janganlah terlalu
keras
karena tulang bayi masih
lunak. Selain itu alur pemijatan
juga harus mengikuti
peredaran darah dan
metabolisme tubuh.
Jadi, tunggu apalagi? Anda
para orangtua bisa
memberikan perawatan bayi
tersebut kepada si kecil mulai
saat ini. Selamat mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar